oleh

Muhammad Muslim Terpilih Kembali Sebagai Ketua IAA Jember

Oke News, Jember, Minggu 11 Oktober 2020-Pemilihan Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) eks Karesidenan Besuki, yang selanjutnya menjadi IAA Jember, pada acara Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Aston, Minggu (11/10/2020). Memghasilkan Muhammad Muslim, terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua IAA Jember periode 2020-2023.

Sebelum Muscab digelar, sempat beredar sejumlah tokoh penting di Jember yang masuk kandidat ketua IAA Jember, di antaranya, Itqon Syauqi ketua DPRD Jember, Akhmad Taufiq keta MGMP PAI Jember, dan Fathorrahman JM dosen sekaligus direktur Ma’had IAIN Jember. Namun, saat sidang pleno berlangsung, kandidat ketua IAA mengerucut kepada satu nama.

Ketua Panitia sekaligus peserta muscab, Dedik Sugianto menilai bahwa Cak Muslim, sapaan akrabnya, layak terpilih kembali. Loyalitasnya kepada organisasi tidak diragukan lagi. Banyak terobosan-terobosan yang sudah dilakukan selama menjabat sebagai ketua IAA periode 2016-2019, di antaranya seminar nasional dan internasional serta agenda sowan bareng serta kegiatan santunan Anak Yatim yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Cak Muslim memang layak memimpin IAA. Ia seorang organisatoris yang memiliki daya rangkul yang sangat kuat di semua kalangan mulai dari kaum muda, akademisi, hingga kiai sepuh,” ucapnya.

Secara khusus, Dedik mengatakan permohonan maaf kepada segenap alumni karena tidak bisa menampung aspirasi secara menyeluruh. Hal tersebut dikarenakan ada keterbatasan undangan yang harus hadir di Hotel Aston. Di samping itu, situasi pandemi Covid-19 yang harus sesuai dengan Protokol Kesehatan Sebagaimana petunjuk Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Jember.

“Kapasitas ruangan sebenarnya 300 peserta namun kami terpaksa membatasi jumlah peserta sesuai dengan arahan kapolres Jember dan tim satgas Covid-19 Jember. Jadi kami mohon maaf sekali tidak bisa menampung semua aspirasi para alumni, tandasnya.

Secara terpisah, Muhammad Muslim mengatakan sangat bersyukur terpilih kembali sebagai ketua IAA Jember periode 2020-2023. Jabatan tersebut dianggapnya sebagai amanah dari masyaikh Ponpes Annuqayah.

“Pada hakikatnya nama santri dan alumni sama saja. Sama-sama mengabdi dan khidmat kepada kiai. Bedanya jika santri masih berproses di pondok, sementara alumni sudah berproses di masyarakat,” tukasnya.(Sai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed