oleh

HCML pastikan sudah tak ada masalah rumpon dengan nelayan di Selat Madura

SUMENEP, 7 Februari (Oke News) – Manager Regional Office & Relations Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) Hamim Tohari memastikan pihaknya telah menyelesaikan masalah rumpon di Selat Madura, Jawa Timur, dengan para nelayan secara baik-baik.

HCML sendiri merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu dan Gas Bumi (SKK-Migas).

“Setelah Lapangan BD di perairan Sampang beroperasi pada 6 Mei 2017 dan memproduksi sekitar 100 MMSCFD gas, kami mulai mengembangkan lapangan lain, yakni MAC, MDA, dan MBH,” katanya, Senin.

Menurut Hamim, target pengembangan lapangan tersebut untuk memenuhi visi menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur dan operator pilihan di Indonesia, dengan mengelola bisnis minyak dan gas yang berpegang kuat pada komitmen terhadap etika, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan hidup.

Untuk lapangan MAC di Perairan Gili Raja, Kecamatan Giligenting, didesain dengan kapasitas produksi 60 MMSCFD untuk mengakomodasi tingkat dataran tinggi 54 MMSCFD selama sedikitnya lima tahun.

Ada tiga sumur dengan kedalaman air sekitar 230 kaki dan fasilitas WHP berupa platform kepala sumur tiga kaki tak berawak dengan lima slot sumur (dua untuk cadangan).

Saluran gas dari setiap sumur dialihkan langsung ke unit produksi lepas pantai bergerak (mobile offshore production unit atau MOPU) dengan menggunakan jalur jumper yang fleksibel.

Selain itu ada fasilitas pemerosesan untuk pengolahan sweet gas seperti perlakuan gas, sistem kontrol dehidrasi dan titik embun dan kompresi pada MOPU. Sementara 8 kilometer 10″ jalur pipa ekspor yang berada di bawah laut terikat dengan 28″ Pipa Gas Jawa Timur (EJGP).

Jauh sebelum beroperasi, lanjut dia, HCML sudah menyelesaikan sejumlah kewajiban terhadap warga sekitar, termasuk nelayan, sejak 2016. Kemudian saat HCML melaksanakan kegiatan uji teknis kondisi bawah laut selama 7 hari, memang mengharuskan tidak adanya rumpon di sekitar area eksplorasi dan eksploitasi.

“Karena itu, sebelum melakukan kegiatan, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan survei lokasi kegiatan dengan melibatkan saksi dari pemerintah setempat. Hasilnya, di lokasi kegiatan kami tidak ditemukan adanya rumpon, sehingga tidak ada rumpon yang dirusak atau dipotong,” terang Hamim.

Ia menambahkan, saat ini di lapangan MAC belum ada kegiatan apa apa, karena masih dalam tahap perencanaan. Selain itu, HCML juga telah menyelesaikan tahapan AMDAL.

“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) setempat, terutama dengan masyarakat di Pulau Gili Raja & Giligenting. Kami berusaha agar kehadiran HCML juga bermanfaat bagi masyarakat lokal,” ucap Hamim. (Af/Sai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca juga