oleh

Polisi Tembak Pelaku Begal Di Probolinggo

Oke News, Probolinggo, Senin 15 Oktober 2018– Seorang tersangka pencurian dengan kekerasan atau begal terpaksa harus ditembak oleh Polres Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) , karena saat akan ditangkap melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal mengatakan, pelaku begal berinisial A (27), warga Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terpaksa melumpuhkan pelaku saat ditangkap di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, pada Kamis (11/10/2018).

“Pelaku melawan petugas saat akan ditangkap. Sehingga diambil tindakan tegas,” ujarnya, Senin (15/10/2018).

Pelaku asal desa Sumendi Kabupaten Probolinggo ini, telah melakukan pembegalan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda, yakni pembegalan pada Ana Maria Putratik di jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran kota probolinggo pada 28 Juli lalu. Serta pembegalan pada Putri Dwi Cahyani di jalan Semeru Kecamatan Kademangan kota probolinggo, pada 4 September 2018.

Selain itu, pelaku yang juga beralamat ganda, yakni Desa Purut, Kecamatan Lumbang kabupaten probolinggo itu, merupaan DPO (daftar pencarian orang) Polda Jatim. Serta TO (target operasi) Polres Pasuruan, Polres Probolinggo dan Polres Lumajang.

“Modusnya sama, pelaku ini dibonceng oleh rekannya. Pelaku ini sebagai eksekutor dengan cara menendang dan merebut kunci kontak korban. Korban yang terjatuh kemudian ditodong dengan senjata tajam. Pelaku juga tak segan membuka rok yang dipakai korban,” terang Alfian.

Upaya membuka rok itu, dibenarkan oleh korban Ana Maria Putratik. Saat itu, wanita muda tersebut dibegal saat mengendarai sepeda motor matic. Korban yang ditendang dari belakang kemudian terjatuh, namun tetap berusaha mempertahankan sepeda motornya. Sebab, di dalam jok itu ada sebuah tas berisi hp samsung S8+ seharga Rp. 6 juta lebih.

“Waktu jatuh saya memang berupaya mempertahankan sepeda motor sebab di dalam jok itu ada tas dan surat-surat penting lainnya. Maksud saya mau ambil tas itu saja dan menyerahkan seoeda motor saya. Karena mereka berusaha membuka rok, saya terpaksa menyerah,” ujarnya. (BM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed