Tingkatkan Sinergi dan Mutu Pendidikan, Pengawas Madrasah Bluto Ahmad Tamam Utamakan Silaturahmi dan Kordinasi

SUMENEP-OKENEWS.ID. PKKM Bluto adakan Workshop peningkatan kompetensi Kepala Madrasah khusus Kepala Raudhatul Athfal (RA) dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Bluto, di Di aula MI Nurul Islam karang Cempaka Bluto Sumenep, 02-03 September 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh 56 yg terdiri dari Kepala-Kepala RA dan Kepala-Kepala MI se-Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut.

Pengawas RA/MI Kecamatan Bluto sekaligus Wakil Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ahmad Tamam, S.Pd.I., M.M., dalam penyampaian penutupan menekankan pentingnya kepala Madrasah terus mengembangkan kompetensi kepemimpinan.

“Kepala madrasah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Kepala madrasah juga memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, pembina guru dan tenaga kependidikan, sekaligus menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah.” Ujar Ahmad Tamam dalam pesannya kepada peserta.

Ia jug amenegaskan, tantangan yang dihadapi madrasah saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, keberagaman kebutuhan peserta didik, tuntutan peningkatan mutu pembelajaran, hingga harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan.

Karena itu, hasil workshop diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan maupun diperolehnya sertifikat.

Para kepala madrasah diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran melalui langkah konkret di lembaga masing-masing.

“Jangan pulang dari workshop ini hanya membawa sertifikat, tetapi membawa komitmen, semangat, dan rencana aksi untuk melakukan perbaikan di madrasah kita masing-masing,” tambahnya.

Kepemimpinan yang visioner dinilai mampu menggerakkan guru, membangun budaya kerja yang positif, memperkuat komunikasi dengan orang tua dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Sebagai pengawas Madrasah, Ahmad Tamam juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi para kepala RA dan MI dalam menghadapi berbagai persoalan di lembaga pendidikan masing-masing.

“Kita tidak bekerja sendiri. Peningkatan mutu madrasah adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Di akhir kegiatan, Ahmad Tamam menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, fasilitator, dan seluruh peserta yang telah mengikuti workshop dengan penuh kesungguhan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun penyampaian materi.

“Semoga ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu madrasah,” pungkasnya.

(Aiz/Adi).

Comment