Sumpah Pemuda 2026, Ketua KNPI Sumenep Khairul Umam: Tugas KNPI Bukan Berkompetisi

Sumenep, okenews.id Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumenep, Khairul Umam, menegaskan bahwa peran organisasi kepemudaan tidak semestinya hanya diukur dari deretan prestasi atau kegiatan seremonial. Menurutnya, hal yang lebih mendasar adalah bagaimana organisasi mampu membangun jiwa, karakter, dan kesadaran pemuda untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Khairul Umam dalam sambutannya pada kegiatan Youth Movement 2026 yang melibatkan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Sumenep. Lapangan Kesenian Gotong Royong Sumenep. Rabu (28/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Umam menyampaikan pernyataan yang cukup tegas mengenai cara pandang terhadap KNPI. Ia meminta publik tidak semata-mata menilai organisasi tersebut melalui ukuran prestasi sebagaimana sebuah kompetisi.

“Kalau mau tanya prestasi, jangan tanya KNPI, karena kita tidak sedang berkompetisi. Kalau mau berdiskusi tentang apa saja, datanglah pada kami,” ujar Khairul Umam dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi KNPI yang, menurutnya, tidak seharusnya terjebak dalam perlombaan menunjukkan pencapaian organisasi. Lebih dari itu, KNPI perlu menjadi ruang terbuka bagi pemuda untuk bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, membicarakan persoalan, dan merumuskan langkah bersama.

Umam menekankan bahwa tugas utama organisasi kepemudaan bukan sekadar menghasilkan kegiatan yang terlihat ramai atau mengejar pengakuan dari pihak luar. Ada pekerjaan yang lebih mendasar, yakni membangun jiwa pemuda agar memiliki kesadaran, karakter, dan tanggung jawab sosial.

“Membangun jiwa pemuda merupakan proses yang tidak selalu bisa diukur melalui angka, piala, atau banyaknya kegiatan yang terlaksana. Proses tersebut berkaitan dengan bagaimana pemuda dibentuk agar mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta berani mengambil tanggung jawab atas persoalan di sekitarnya,” tegasnya.

Dalam konteks Kabupaten Sumenep, tambah Umam, peran tersebut menjadi penting karena pemuda memiliki latar belakang, pemikiran, dan orientasi gerakan yang beragam. Keberagaman itu semestinya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan modal untuk membangun kolaborasi dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.

“KNPI, dalam pandangan tersebut, diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan lintas organisasi. Bukan hanya tempat berkumpulnya para pengurus, tetapi juga ruang dialog yang memungkinkan gagasan dari berbagai OKP dipertemukan, diuji, dan dikembangkan menjadi gerakan yang bermanfaat,” tambahnya.

Ajakan Umam untuk membuka ruang diskusi juga menyiratkan pentingnya komunikasi yang setara antara organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat. Pemuda tidak cukup hanya diberi ruang untuk hadir dalam kegiatan, tetapi juga perlu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangan, mengkritisi persoalan, serta menawarkan solusi.

Meski demikian, membangun jiwa pemuda dan menunjukkan dampak organisasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Pembentukan karakter merupakan proses jangka panjang, sedangkan program dan kerja nyata menjadi salah satu cara untuk melihat bagaimana proses tersebut diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, tantangan bagi KNPI dan seluruh OKP di Sumenep adalah memastikan bahwa ruang diskusi, pembinaan, dan konsolidasi kepemudaan benar-benar berlanjut menjadi kontribusi nyata. Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan oleh kalangan internal, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan Youth Movement 2026 menjadi salah satu momentum pertemuan gerakan kepemudaan di Sumenep. Namun, pesan yang disampaikan Khairul Umam membawa perhatian pada hal yang lebih mendasar: bagaimana organisasi kepemudaan menjalankan perannya dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter, kepedulian, dan keberanian untuk bergerak.

“Pada akhirnya, ukuran penting gerakan kepemudaan bukan semata-mata seberapa sering organisasi tampil di ruang publik, melainkan sejauh mana pemuda yang tumbuh di dalamnya mampu membawa nilai, gagasan, dan perubahan positif bagi lingkungannya,” Punngkasnya. (*).

Comment