SUMENEP – OKENEWS.ID. Menjelang Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober harus menjadi titik penguatan karakter, semangat, kebersamaan, ketekunan, dan keikhlasan santri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Juhari, Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai PPP, mengatakan bahwa esensi Hari Santri bukan sekadar mengenakan pakaian khas santri, melainkan menghidupkan kembali nilai-nilai kesantrian dalam kehidupan Perjuangan Ulama dan Santri.
“Momentum Hari Santri bukan hanya tentang berpakaian santri, tetapi lebih dari itu, membangkitkan kembali karakter dan jiwa kesantrian, yakni semangat, kebersamaan, ketekunan, dan keikhlasan dalam mengabdikan diri kepada negara,” ujarnya,. Senin, 19/10/2026.
Ia juga menegaskan, semangat kesantrian harus diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Santri berkarya, negara jaya,” tambahnya.
Semboyan tersebut mencerminkan harapan agar santri tidak hanya menjaga tradisi keilmuan dan akhlak, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Karena itu, peringatan Hari Santri seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan semangat tersebut, Hari Santri Nasional diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya generasi santri yang berkarakter, produktif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
(Aiz/adi)







Comment