OKENEWS.ID, SUMENEP – Narasi publik tentang Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan mengungguli sejumlah rumah sakit lain di Sumenep, bahkan mengalahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
YLBH-Madura menduga brand tersebut sengaja diciptakan oleh RSI sebagai trik bisnis untuk menggiring masyarakat menggunakan RSI sebagai rujukan.
Kecurigaan ini bermula dari berita yang ditayangkan disalah satu media, tertanggal Rabu, 19/11/2025, berjudul : “Viral Warga Miskin Tolak Amputasi dan Bayar Rp. 3,45…”, dimana pihak RSI selanjutnya menuntut Hak Jawab, dengan surat tanggal 19/11/2025.
Mencermati isi berita dengan klarifikasi yang dinyatakan oleh pihak RSI Kalianget, YLBH-Madura menduga ada kebohongan publik yang dijalankan oleh RSI yang menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan edukasi kepada keluarga Pasien dengan adanya pendampingan dari LSM.
Mengingat RSI merupakan instansi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat, YLBH-Madura menganggap keterangan RSI yang dinyatakan dalam surat permintaan hak jawab, merupakan hal yang sangat serius karena menyangkut keselamatan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan yang standar dan bukan karena hasil pelayanan yang manipulatif.
Oleh karena itu, YLBH-Madura akan melaporkan RSI ke aparat kepolisian karena diduga menyebarkan berita bohong yang potensial menimbulkan keonaran publik, sehingga secara alternatif relevan untuk dijaring dan dituntut dengan, 1. Pasal 14-15 UU No. 1/1946; 2. Pasal 311 KUHP;
Selain itu, YLBH-Madura juga akan mendesak instansi yang terkait pelayanan kesehatan untuk mengadakan tindak tegas terhadap RSI Kalianget. (*).







Comment