OKENEWS.ID, SUMENEP – Diduga Camat, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur. memanfaatkan dana desa demi mencari keuntungan. Pasalnya, dengan modus mengembangkan desa melalui website, Kepala desa se Kecamatan Rubaru, diintruksikan harus membayar 15 juta per desa.
“pembuatan website bukan dari saya melainkan ada kesepakatan antara kepala desa dengan pembuat” kata, Camat Rubaru. Tabrani, Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. (10/11/2025).
Walaupun camat tersebut berperan aktif dalam proses penagihan pembayaran website kepada kepala desa, namun pihaknya mengaku tidak tahu menahu mengenai pembayaran pembuatan website desa.
Diduga saat proses penagihan pembayaran website tersebut ada ancaman, bahwa jika tidak membayar akan mempersulit kepala desa jika ada urusan yang melibatkan dengan kecamatan.
“walaupun tidak ikut kesepakatan pihaknya tidak membedakan, terbukti ketika ada kegiatan yang melibatkan dirinya selalu hadir. Soal setuju atau tidak setuju tidak apa-apa” kilah, camat Tabrani. Kepada media ini.
Bahkan, dengan anggaran 15 juta tersebut sangat murah karena dibeberapa desa pembuatan website menghabiskan 70 juta.
“dibeberapa desa membuat web itu ada 70 juta lebih, jadi punya kami termasuk murah, itu banyak fitur yang meliputi pelayanan masyarakat dan fiturnya itu lengkap” ungkap. Tabrani.
pihaknya mengaku tidak mempunyai kepentingan dalam hal ini, melainkan semata-mata ingin memajukan masyarakat rubaru agar pelayanan itu lebih maksimal melalui web tersebut.
“ingin memajukan masyarakat rubaru agar pelayanan itu lebih maksimal melalui website” jelasnya. (Ahmadi).







Comment