Diduga Salurkan Makanan Basi, Sekolah di Lebeng Barat Pasongsongan Tolak MBG

SUMENEP-OKENEWS.ID – SDN Lebeng Barat II menolak distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis, (16/4/2026).

Pasalnya, penolakan tersebut pihak sekolah menilai makanan yang diterima tidak layak dikonsumsi, Dikarenakan menu makanan diduga dalam keadaan basi.

Sehingga semua guru sepakat tidak membagikan kepada siswa, kwatir kesehatan siswa akan mengalami gangguan.

Dengan begitu pihak sekolah mendesak kepada pihak terkait agar menindak lanjuti kepada dapur yang telah mendistribusikan ke sekolah tersebut. Jika kejadian tersebut terus berulang maka tidak mungkin siswa akan jadi korban terhadap menu MBG.

“Assalamu’alaikum saya KEPALA SEKOLAH SDN LEBENG BARAT II Akan mengembalikan MBG hari ini tgl 16 April 2026. Dikarenakan semua NAGETnya BASI/BAU ANYIR. Semua guru sepakat TIDAK AKAN MEMBERIKAN MBG ini TAKUT Siswa SAKIT PERUT. MOHON TINDAK LANJUTnya DARI KEPALA DAPUR MBG,” Kata, Kepala Sekolah, disalah satu group WhatsApp.

Penolakan tersebut didukung oleh para wali siswa, karena menu MBG tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.

Informasi internal menyebutkan, pihak sekolah memilih tidak menerima MBG demi menghindari keluhan dari wali murid jika makanan tetap diberikan kepada siswa.

“Lebih EMAN ka SISWA etembeng nnti WALI MURID Banyak yg Kompline ke SEKOLAH, (lebih sayang kepada siswa, apalagi nantinya malah para wali murid komplain)” katanya, salah satu tanggapan pesan di group WhatsApp.

Sementara itu, Kepala SPPG Lebeng Timur. Nur Kholis, berkilah bahwa, makanan tersebut dalam kondisi basi. Bahkan beralasan bau basi tersebut berasal dari bumbu yang digunakan.

“Terkait menu, sebenarnya bukan bau bang, tapi apa ya harumnya kecap asin dicampur dengan ayam, ya anggaplah kurang enak lah bumbunga kecap asin sama saos tiram, terus untuk masalah itu aman bang, cuman kemaren yg komplain ada 2 sekolah terkait itu. Saya kemaren kesekolah untuk konfirmasi bahwa makanan itu tidak akan terjadi keracunan,” kata Nur Kholis.

Ia menambahkan, sejauh ini baru dua sekolah yang menyampaikan keluhan terkait menu tersebut. Meski demikian, pihak sekolah tetap memilih tidak menyalurkan makanan kepada siswa sebagai langkah kehati-hatian.

“saya dan temen2 saya dan saya mencoba mendatangi sekolah tersebut, saya datengin ya bang,kasih cara makannya kan sebenarnya gini bnag, kalo peti sama roti dimakan kan kurang afdhol ya bnag kalo g di campur sama sayur2an jadi saya jelaskan juga cara makannya, dan alhmdulillah bang untuk sekolah yang saya datengi unag komplen kemaren alhmadulillah dimakan semua.” tutupnya. (Aiz/Adi).

Comment