SUMENEP, OKENEWS.ID – DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar terus meningkatkan kinerja dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kamis (14/5/2026).
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan BUMD dalam memberikan pelayanan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Salah satu BUMD yang mendapat perhatian khusus ialah PT Sumekar.
Menurutnya, perusahaan transportasi laut milik Pemkab Sumenep tersebut saat ini tengah memasuki fase kepemimpinan baru, sehingga perlu memastikan kesiapan manajemen dan operasional armada kapal.
“Kesiapan transportasi laut menjadi hal penting karena menyangkut keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa,” kata Masdawi, Kamis (14/5/2026).
Politisi DPC Partai Demokrat Sumenep ini menilai, dalam beberapa waktu terakhir kinerja PT Sumekar mulai menunjukkan perkembangan positif.
Meski demikian, pembenahan tetap perlu dilakukan agar kontribusi perusahaan terhadap PAD semakin optimal.
Selain PT Sumekar, pihaknya juga menyoroti PT Wira Usaha Sumekar (WUS) dan PD Sumekar.
Dua perusahaan daerah tersebut dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan performa bisnis dan pendapatan usaha.
“Masih ada ruang yang perlu diperbaiki supaya dampaknya terhadap PAD lebih terasa,” paparnya.
Sementara itu, dua BUMD lainnya yakni BPRS Bhakti Sumekar dan PUDAM Sumekar dinilai memiliki kinerja yang cukup stabil.
Menurut Masdawi, kedua perusahaan tersebut selama ini konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“BPRS dan PUDAM sejauh ini kinerjanya cukup baik dan kontribusinya terhadap PAD juga cukup besar,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, DPRD memberikan sejumlah rekomendasi kepada seluruh BUMD.
Salah satunya, setiap perusahaan daerah diminta memiliki perencanaan bisnis yang jelas dan terukur agar target pertumbuhan pendapatan bisa tercapai.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Seluruh BUMD diminta rutin melaksanakan audit keuangan setiap tahun untuk menjaga akuntabilitas dan keterbukaan pengelolaan perusahaan. (aiz/adi).







Comment