KNTI Petakan Ruang Hidup Nelayan Gresik Putih, Kritisi Ancaman Ekologi Pesisir

SUMENEP-OKENEWS.ID. DPD KNTI Sumenep bersama DPP KNTI dan anggota DPRD Sumenep melakukan pemetaan partisipatif tenurial dan hak-hak nelayan tradisional di wilayah pesisir Gresik Putih, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan ini tak sekadar memetakan wilayah tangkap nelayan, tetapi juga mendokumentasikan ruang hidup masyarakat pesisir di tengah ancaman persoalan ekologis dan aktivitas industri.

Nelayan dilibatkan langsung untuk mengidentifikasi wilayah kelola dan ruang yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Anggota DPRD Sumenep, Juhairi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pemetaan penting untuk memastikan hak nelayan tradisional tidak terabaikan.

“Saya tentu sangat menyambut baik atas kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pemetaan partisipatif tenurial dan hak-hak nelayan tradisional tersebut sangat penting untuk keberlangsungan masyarakat daerah pesisir, khususnya bagi mereka yang bekerja sebagai nelayan”, Ungkapnya.

Juhairi juga mengungkapkan dampak aktivitas industri terhadap kawasan pesisir.

“Dengan kehadiran KNTI melalui kegiatan pemetaan partisipatif ini akan membuat masyarakat tenurial, khususnya nelayan tradisional, tidak akan merasa sendirian dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara ditengah ancaman dampak krisis ekologis dari aktifitas industrial di wilayah pesisir yang mengabaikan kelestarian lingkungan dan cenderung eksploitatif”, Pungkasnya.

Pemetaan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat perlindungan ruang hidup nelayan sekaligus menjadi data dalam mendorong kebijakan pengelolaan pesisir yang melibatkan masyarakat.

Bagi nelayan tradisional, laut bukan sekadar ruang ekonomi, melainkan ruang hidup yang menentukan keberlangsungan kehidupan mereka.

(Aiz/Adi).

Comment