Operasi Satpol PPP Sumenep Bersama Bea Cukai Madura Berhasil Sita 473 Merek Ilegal Tersebar di 190 Desa

NEWS, OKE NEWS116 Dilihat

OKE NES, SUMENEP-Operasi pemberantasan rokok ilegal di wilayah hukum Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dimaksimalkan. Pihak Satpol PP Sumenep bersama Bea Cukai Madura dan tim gabungan telah berhasil memberantas dan mengumpulkan sebanyak 473 merek rokok ilegal yang beredar luas di masyarakat.

Ratusan merek rokok ilegal tersebut ditemukan dalam kegiatan operasi pemberantasan yang dilakukan di 6 kecamatan wilayah daratan Sumenep.

Kepala Satpol PP Sumemep Ach. Laili Maulidy mengungkapkan, pihaknya dan tim menemukan sekitar 1.031.597 batang rokok ilegal dalam operasi tersebut.

“Jutaan batang rokok ilegal itu terdiri dari 473 merek, yang ditemukan di 450 toko pada 190 desa wilayah daratan Sumenep,” kata Laili, Rabu (1 November 2023).

Laili menjelaskan, pihaknya dan tim gabungan melakukan pendataan rokok ilegal selama dua bulan dengan menyasar toko eceran di berbagai desa di Sumenep.

Pendataan tersebut sengaja dilakukan untuk mengetahui peredaran rokok tanpa pita cukai di Sumenep, termasuk untuk mengetahui jenis rokok yang dipasarkan.

“Pendataan sudah selesai dilakukan, datanya juga sudah disetor ke kantor Bea dan Cukai melalui aplikasi Siroleg, tinggal penindakannya,” tegas Kasat Laili.
Sebelum melakukan operasi itu, Satpol PP Sumenep dan tim gabungan masif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya mengedarkan rokok ilegal.

Mereka melakukan edukasi dengan cara sosialisasi dan turun ke sejumlah toko yang ada di pelosok desa di wilayah daratan Sumenep, lalu memberikan informasi aturan cukai rokok serta mendata rokok ilegal.

“Pihaknya juga mengadakan Forum Tatap Muka dan Sosialisasi untuk memberikan pemahaman tentang dampak negatif rokok ilegal serta ketentuan cukai rokok dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada masyarakat.

Kepala Satpol PP Sumenep itu menegaskan, pencegahan rokok ilegal bukan hanya kewenangan instansinya ataupun Bea Cukai. Akan tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak, sehingga dalam pencegahannya selalu melibatkan banyak unsur.

“Antar instansi saling bekerja sama dalam pencegahan peredaran rokok ilegal,” ujarnya*

Komentar