SUMENEP-OKENEWS.ID. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Sumenep sukses menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) pertamanya di Cafe Es Aquarium, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (26/1/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan DPP-KNTI, Rosinah, serta Ketua Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Sumenep, Yusnaniyh. Selain itu, peserta berasal dari berbagai kecamatan, antara lain Talango, Pragaan, Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Pasongsongan, dan Saronggi juga ikut serta dalam acara tersebut.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan mengusung tema “Laut Jalan Kesejahteraan bagi Nelayan.”
Dalam musyawarah tersebut, Taufiqurrahman selaku ketua terpilih DPD-KNTI Sumenep menegaskan bahwa KNTI hadir sebagai wadah perjuangan nelayan tradisional untuk memperoleh keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak nelayan.
“Laut adalah sumber penghidupan utama nelayan. Karena itu, KNTI akan berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada nelayan tradisional, mulai dari akses melaut, perlindungan alat tangkap ramah lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan DPP KNTI , Rosinah, mengapresiasi terselenggaranya MUSDA perdana tersebut. Menurutnya, terbentuknya DPD KNTI Sumenep menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan nelayan tradisional di wilayah pesisir Madura.
“Sumenep memiliki potensi laut yang besar. Dengan organisasi yang solid, nelayan akan lebih kuat dalam menyuarakan aspirasi dan menghadapi berbagai tantangan di sektor kelautan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penetapan kepengurusan DPD KNTI Kabupaten Sumenep serta komitmen bersama untuk menjadikan laut sebagai jalan kesejahteraan bagi nelayan dan masyarakat pesisir. (*).







Comment