Lebaran Ketupat di Tengah Arus Globalisasi, M. Syaikhol Hadi: Jadikan Lebaran Ketupat Momentum Pelestarian Budaya

SUMENEP, OKENEWS.ID – Lebaran ketupat bukan hanya sekadar menjadi perayaan keagamaan yang menandai berakhirnya puasa Ramadhan. Namun juga merupakan ruang budaya tempat masyarakat mengekspresikan nilai kebersamaan, solidaritas, dan identitas lokal.

pagelaran Festival Tellsan Topa’ di kabupaten Sumenep menjadi moment terhadap melestarikan budaya yang diwariskan oleh leluhur.

Moh Syaikhol Hadi, Ketua Grup Santreh Konah, pemuda asal Tambaagung Timur, Kecamatan Ambuten, Sumenep.yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Mengapresiasi terhadap Festival Tellsan Topa’ 2026 yang di gelar oleh pemerintah kabupaten sumenep. Jadi festival bukan sekadar acara hiburan, melainkan wadah pelestarian warisan leluhur yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta, mulai dari panitia pelaksana, seluruh seniman, dan masyarakat yang hadir. Berkat kerja sama dan dukungan semua orang, Festival Tellsan Topa’ tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” ucapnya. minggu, 29/03/2026.

pemuda yang peduli pada budaya, ia pun menyampaikan harapan besarnya untuk masa depan acara ini.

“Harapan saya, tahun depan festival ini bisa lebih meriah lagi. Lebih banyak peserta, lebih beragam penampilan, dan tentu saja semakin dikenal luas, sehingga budaya kita ini terus hidup dan dicintai oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Dengan begitu, lebih luas dia menjelaskan bahwa, realitas sosial saat ini menunjukkan bahwa tradisi Lebaran Ketupat menghadapi tantangan baru. Globalisasi membawa berbagai bentuk budaya populer yang sering kali lebih menarik bagi generasi muda.

Perayaan Lebaran yang dahulu identik dengan kegiatan komunal kini mulai bergeser ke arah konsumsi modern, seperti wisata Lebaran, belanja daring, atau perayaan yang lebih bersifat individual.

“perubahan semacam ini sebenarnya merupakan bagian dari proses adaptasi tradisi. Tradisi tidak selalu harus dipertahankan dalam bentuk yang sama seperti masa lalu. Yang lebih penting adalah menjaga nilai-nilai inti yang terkandung di dalamnya. Selama semangat berbagi, kebersamaan, dan saling memaafkan tetap hidup, maka makna Lebaran Ketupat tidak akan hilang” jelasnya. (Aahmadi).

Comment