Sejumlah Rumah Rusak Diduga Dampak Tambang Galian C, DPRD dan Aktivis Sumenep Turun Ke Lokasi

OKE NEWS241 Dilihat

OKE NEWS, SUMENEP-Diduga kerusakan sejumlah rumah di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Akibat dampak dari tambang galian C membuat
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep dan aktivis mahasiswa turun langsung sidak ke daerah tambang galian C tersebut.

Bahkan dalam sidak tersebut, para pimpinan DPRD Kota Keris ini turun langsung, di antaranya Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir, Wakil DPRD Sumenep, Faisal Muhlis dan M Syukri, serta anggota Komisi III, M Muhri, dan juga sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi di kantor DPRD Sumenep, sejak pagi, Senin (17/07).

Sejak pagi, mahasiswa yang mengatasnamakan Front Mahasiswa Peduli Lingkungan menggelar aksi tentang massifnya kerusakan lingkungan di Sumenep yang disebabkan oleh galian C ilegal.
“Kami datang ke lokasi galian C setelah mahasiswa yang melakukan aksi menyampaikan kepada kami, bahwa galian C dampaknya banyak rumah warga di sekitar lokasi tambang yang retak,” kata anggota Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri.

Ia menyatakan, aktifis mahasiswa meminta wakil rakyat agar turun ke lokasi galian C agar bisa mengetahui langsung dampak yang diterimanya warga sekitar.

“Para mahasiswa meminta kepada kami agar turun langsung ke lokasi, dan kami langsung sidak bersama peserta aksi itu,” tuturnya. Setelah di lokasi, para wakil rakyat tidak hanya mendapati rumah warga yang retak. Tapi ada salah satu rumah warga yang sudah roboh, tidak jauh dari bekas lokasi galian C ilegal tersebut.
“Setelah kami datang ke lokasi, ternyata benar. Sebagian rumah warga mengalami retak, bahkan ada satu rumah yang roboh,” tegas Ketua Fraksi PKB tersebut.

Menurutnya, rumah warga yang roboh itu berada di selatan jalan. Sekitar 10 meter dari bekas lokasi galian C ilegal. Sedangkan sebagian rumah warga yang temboknya mengalami retak, posisinya di utara jalan Desa Kasengan.
Rumah yang roboh itu sangat dekat dengan bekas galian C. Lokasi galian C itu memang sudah tidak beroperasi lagi. “Penambangan itu udah lama berhenti, tapi dampaknya hingga sekarang,” ujarnya.

Menyikapi masalah tersebut, pihaknya akan memanggi dinas terkait dalam waktu dekat. Menurutnya, masalah galian C ilegal harus segera disikapi serius. “Kami akan memanggil dinas teknis untuk membicarakan dan mencari solusi atas masalah galian C ini,” tukasnya

Komentar