OKENEWS.ID, SUMENEP-Warga Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mendesak PT Telkom Indonesia segera melakukan penataan ulang terhadap sebuah tiang telekomunikasi yang berdiri di tikungan jalan masuk permukiman warga. Posisi tiang yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan disebut mengganggu manuver kendaraan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Tiang telekomunikasi tersebut berada tepat di jalur kendaraan yang hendak memasuki kawasan permukiman. Kondisi itu memaksa pengendara, khususnya kendaraan roda empat, mengambil ruang lebih lebar saat berbelok agar tidak bersinggungan dengan tiang.
“Mobil yang hendak masuk ke permukiman harus mengambil haluan lebih ke kanan terlebih dahulu. Posisi tiang sangat dekat dengan badan jalan sehingga mengganggu ruang gerak kendaraan,” kata seorang warga, Rabu (17/6/2026).
Menurut warga, keluhan mengenai keberadaan tiang tersebut bukan hal baru. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan maupun peninjauan lapangan dari pihak terkait.
Masyarakat khawatir kondisi itu dapat memicu kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang pengendara berkurang atau bagi pengguna jalan yang belum memahami karakteristik tikungan tersebut.
Beberapa kendaraan bahkan disebut pernah nyaris menyenggol tiang saat melintas. Meski belum terjadi kecelakaan serius, warga menilai situasi tersebut tidak boleh diabaikan karena menyangkut keselamatan publik.
“Jangan menunggu sampai ada korban. Potensi bahayanya sudah terlihat dan dirasakan setiap hari oleh warga yang melintas,” ujar warga lainnya.
Warga menilai PT Telkom Indonesia sebagai perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki negara memiliki tanggung jawab moral dan pelayanan publik untuk segera merespons keluhan masyarakat. Apalagi persoalan yang disampaikan berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengguna jalan.
Sebagai representasi negara dalam penyediaan layanan telekomunikasi, Telkom dinilai harus menunjukkan kehadiran dan kepedulian terhadap aspirasi masyarakat melalui tindakan cepat, bukan sekadar menunggu laporan berulang kali disampaikan warga.
“Ketika ada fasilitas yang berpotensi membahayakan masyarakat, semestinya respons dilakukan secara cepat dan profesional. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” kata warga.
Karena itu, masyarakat meminta Telkom segera melakukan evaluasi lapangan dan mempertimbangkan pemindahan atau penataan ulang tiang ke lokasi yang lebih aman tanpa mengganggu akses keluar-masuk permukiman.
Warga berharap langkah tersebut dapat segera direalisasikan guna menghilangkan potensi bahaya serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. (Aiz/adi).







Comment