Ia menjelaskan, penularan HIV/AIDS melalui person to person (Orang per orang, red), hal itu biasnaya terjadi karena adanya kontrak langsung, baik kontak seksual maupun tidak. Semisal dengan bersalaman penderita AIDS yang kondisinya luka, maka kemungkinan besar akan terjadi penularan.
“Bisa melalui person to person penularan HIV/AIDS,” tandasnya.
Namun demikian, kebanyakan penularan HIV/AIDS paling dominan akibat seringnya gonta ganti pasangan, dan jarum suntik yang digunakan secara bergantian.
“Penyakit mematikan ini, masih bisa disembuhkan dengan ketergantungan pada obat,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk semakin waspada terhadap penyakit HIV/AIDS, dan mengurangi potensi tertularnya dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Mari kita terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari segal penyakit,” ajaknya kepada masyarakat. (FH)







Comment