Baru Seumur Jagung, Pengaspalan Jalan di Desa Sera Tengah Bluto Sumenep Rusak Parah

OKENEWS.ID – SUMENEP. Warga Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, tengah ramai memperbincangkan kondisi proyek pengaspalan jalan desa yang dinilai bermasalah.

Proyek yang baru selesai sekitar satu minggu itu sudah menunjukkan kerusakan cukup parah setelah diguyur hujan. Lapisan aspal terlihat mengelupas dan tidak menempel dengan baik di sejumlah titik.

“Baru beberapa hari diaspal, jalan sudah mulai mengelupas. Sangat mengecewakan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (3/12/2025).

Warga lainnya juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek tersebut. Mereka menilai tidak adanya papan proyek semakin memunculkan tanda tanya terkait sumber anggaran, nilai pekerjaan, hingga pihak yang bertanggung jawab.

Kondisi ini memicu dugaan bahwa proyek dikerjakan secara terburu-buru tanpa memperhatikan kualitas.
“Diduga pekerjaan ingin cepat diselesaikan agar pihak tertentu bisa segera mendapatkan keuntungan,” ujar warga lainnya.

Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), setiap proyek pembangunan fisik yang menggunakan dana negara wajib memasang papan informasi proyek. Papan tersebut harus memuat detail kegiatan, pelaksana, waktu pengerjaan, sumber dana, hingga total anggaran.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa maupun pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan jalan maupun alasan tidak adanya papan proyek.

Kerusakan cepat pada jalan desa ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan publik dan pengelolaan anggaran di Desa Sera Tengah. (Aiz/Adi).

Comment