OKENEWS.ID, Sumenep – Tugas mengantar paket berubah menjadi aksi kekerasan ketika Moh. Latif Syarifuddin (30), kurir asal Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, menjadi korban penganiayaan brutal pada Rabu, (26/11/2025)
Insiden terjadi di Dusun Negara, Desa Bunbungan. Setelah menyerahkan paket ke rumah warga berinisial Y dan sempat berbincang terkait keterlambatan pengiriman, korban melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Namun, belum jauh meninggalkan lokasi, tepat di dekat rumah warga berinisial S, Y menghadang laju motor korban.
Tanpa memberikan penjelasan, pelaku diduga langsung mendaratkan pukulan ke wajah korban dan membanting tubuhnya ke tanah. Korban mengalami luka robek di bibir atas bagian kanan, memar di pelipis kiri, serta sakit kepala akibat benturan.
Warga sekitar yang menyaksikan langsung turun tangan melerai, sehingga aksi kekerasan tidak semakin meluas.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Bluto. Polisi telah menerima laporan resmi dengan nomor: LP/B/13/XI/2025/SPKT/POLSEK BLUTO/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR.
Mahbub Junaidi SH, praktisi hukum sekaligus Tokoh Muda Desa Sera Barat, mendesak aparat bertindak cepat.
“Ia menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh di biarkan hukum harus di tegakkan kepada siapapun pungkas mahbub” Jum’at, 28/11/2025.
Kasus ini kembali menyoroti ancaman kekerasan terhadap pekerja lapangan, khususnya kurir yang kerap bersinggungan langsung dengan pelanggan. Publik berharap kepolisian tidak hanya memproses hukum, tetapi juga memberi efek jera agar kejadian serupa tak terulang. (Faiz).







Comment