OKENEWS.ID, SUMENEP – Karapan Sapi Piala Presiden gagal digelar di Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya, lapangan di Sumenep tidak layak dijadikan tempat ajang bergengsi tersebut.
Batalnya perhelatan tersebut, sejumlah masyarakat merasakan kecewa, dikarenakan Sumenep gagal menjadi tuan rumah kerapan sapi piala presiden.
Salah satu pemerhati pariwisata, sekaligus Aktivis ASPRIM (Asosiasi Pemandu Pariwisata Madura) dan PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) Cabang Sumenep, Yusuf Ismail, mengatakan semula ia mendapat informasi bahwa pagelaran Kerapan Sapi Piala Presiden akan dilaksanakan di Kabupaten Sumenep. Namun, kenyataannya harapan itu sirna.
“Jadi kami atau saya sebetulnya berharap banyak sumber kerapan sapi ini atau sumber sapi kerapan ini kan di Sumenep ya potensinya, sebetulnya dapat info bahwa kerapan sapi piala presiden itu di Sumenep, waduh sangat bahagia, karena disitu akan banyak membahagiakan, menggembirakan banyak pihak warga Sumenep mulai dari masyarakat dunia usaha UMKM ketika pelaksanaan di Sumenep ya perhotelan, resto pasti akan banyak didatangi pendatang-pendatang dari luar kota yg tentunya akan meramaikan kota Sumenep itukan,” imbuhnya, Senin (15/09/2025).
Ia menegaskan, kekecewaan sangat dirasakan oleh pelaku usaha di Sumenep. Sebab, event berskala nasional seperti Kerapan Sapi Piala Presiden diyakini dapat menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Cuman sayangnya karena persoalan-persoalan yg kami sendiri tidak mengerti ya, kenapa ini menjadi gagal sehingga kembali beralih pelaksanaannya Piala Presiden Kerapan Sapi ini di Kabupaten Bangkalan,” pungkasnya.
Meski demikian, Bang Ucup sapaan akrabnya berharap pemerintah daerah ke depan bisa lebih serius memprioritaskan event wisata berskala besar agar benar-benar memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep.
“Jadi dengan adanya kerapan sapi yang skala nasional Piala Presiden dan mungkin nantinya banyak lagi even-even wisata yg bersifat regional maupun nasional itu diselenggarakan di Sumenep. Itu betul-betul akan membahagiakan, menggembirakan, mensejahterakan khususnya masyarakat dunia usaha di bidang wisata,” Tegasnya.
Untuk diketahui, Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan Paguyuban Karapan Sapi Keluarga Madura (Pakar Sakera) dan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan IV Pamekasan, lapangan Karapan Sapi Giling masih dalam proses rehabilitasi. (Faiz).







Comment