Pemkab Sumenep Dorong Pertanian dan Peternakan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

OKEMEWS.ID, SUMENEP-Okenews.id. Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan Investment Summit 2025 sebagai momentum memperkuat arus investasi, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Melalui forum ini, pemerintah daerah menargetkan komoditas unggulan lokal dapat berkembang hingga menembus pasar ekspor.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak sekadar mengandalkan potensi sumber daya alam, melainkan juga menghadirkan langkah konkret dalam mendorong sektor produktif.

“Kami tidak menunggu, tapi menjemput investor. Pertanian dan peternakan harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” ujar Imam Hasyim saat membuka Sumenep Investment Summit 2025 di Pendopo Agung, Senin (10/11/2025).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sumenep, Chainor Rasyid, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kecamatan di wilayahnya memiliki potensi besar untuk pengembangan kelor, dengan total lahan mencapai sekitar 2.000 hektare.

“Permintaan ekspor terus meningkat. Karena itu, kami dorong hilirisasi agar petani bisa menikmati nilai tambah dari hasil olahannya,” jelas Chainor.

Sementara itu, eksportir kelor asal Sumenep, Nor Hasan, menyebut minat pasar internasional terhadap kelor dari ujung timur Pulau Madura semakin tinggi.

“Sekarang yang paling diburu investor asing itu kelor, dan pusatnya ada di Sumenep,” katanya.

Menurutnya, produk kelor asal Sumenep telah berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari minyak biji kelor, bubuk kelor mesh 300, teh kelor remukan mesh 80, hingga daun kelor segar. Ia menambahkan, salah satu pengiriman terbesar bahkan mencapai satu kontainer berukuran 40 kaki.

“Bubuk kelor kami sudah melalui proses audit dan pernah dilepas langsung oleh Bupati,” ujarnya.

Nor Hasan juga menyoroti perbedaan harga antara produk kelor yang dikeringkan dengan oven dan yang dijemur secara tradisional.

“Kelor oven harganya jauh lebih tinggi. Kebanyakan petani masih menjemur manual, tapi ke depan kami ingin tingkatkan standar kualitasnya,” imbuhnya.

Wabup Imam Hasyim optimistis bahwa peningkatan investasi di sektor pertanian dan peternakan akan membuka lebih banyak lapangan kerja, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Sumenep punya potensi besar. Tugas kita memastikan produk lokal bisa bersaing dan menembus pasar global,” tegasnya.

Melalui forum Investment Summit 2025 ini, Pemkab Sumenep berharap terjalin kerja sama nyata antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor, sehingga manfaat ekonominya bisa langsung dirasakan masyarakat. (*).

Comment