oleh

Tak Selamanya Sampah itu Kotor

Oke News, Sumenep 16 September 2021-Bila melihat sampah sudah pasti yang terbersit adalah kotor, jijik, tak sehat dan semacamnya. Tapi seburuk-buruknya titel sampah ternyata masih bermanmaaf, bahkan membawa berkah bagi orang yang tahu manisnya sampah.

Karena sampah bagi mereka, adalah anugerah yang bisa diambil manfaanya. Mereka olah didaur ulang atau dijual sebagai tambahan pemenuhan hidup, dari hasil memungut sampah yang berserakan itu. Yang mungkin bagi orang yang berduit sampah tidak ada artinya. Bahkan saking jeleknya sampah setiap orang yang kelakuannya jahat dan amoral dianggap “sampah masyarakat”.

Karena mengkin sebagian orang hanya memandang sampah hanya dari sisi fisiknya saja, tidak melihat secara utuh. Bahwa sampah rupanya memiliki nilai filosofi yang tinggi yang bisa menginspirasi. Utamanya bagi manusia itu sendiri yang mau berfikir tentang tujuan hidup hidupnya.

Artinya, bila ditarik pada konteks manusia, selaku mahkluk sosial, tetapi masih  mau belajar dari filosofi sampah. Bahwa Sampah saja masih bisa memberikan manfaat, apalagi manusia yang merupakan makhluk paling sempurna, masak mau kalah dengan sampah.

Sebuah catatan singkat dari sebuah peristiwa banjir. Saat hujan pertama yang melanda kota Sumenep, sejumlah warga berbondong-bondong memungut sampah di kali marengan, kemarin (15/09/2021). Sampah plastik yang mayoritas botol air mineral itu, mereka kumpulkan untuk dijual.”Ngapain jijik mas wong sampah juga bisa jadi uang”tutur Titin salah seorang warga di lokasi kali marengan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed