OKENEWS.ID, SUMENEP – Akis Jasuli resmi menjabat ketua DPD NasDem Sumenep, Madura, Jawa Timur. untuk periode 2025–2029.
SK diserahkan langsung oleh Ketua DPP Teritorial Jatim, H. Slamet Junaidi. Jabatan itu diamanahkan yang tertuang dalam Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem Nomor: 166-kpts/DPP-NasDem/V/2025 tentang Pengesahan Susunan Pengurus DPD NasDem Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.
Akis Jasuli menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para kader serta pengurus pusat. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan diembannya dengan penuh tanggung jawab dan komitmen kuat untuk membawa perubahan signifikan dalam tubuh partai, khususnya di tingkat daerah.
“Ini bukan sekadar jabatan, tapi amanah besar. Saya berkomitmen untuk membawa Partai NasDem di Sumenep menjadi lebih solid, modern, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya, Senin (9/6/2025) kepada media pekaaksara.com.
Mantan aktivis hijau hitam (HMI) malang itu, akan melakukan dan membangun komunikasi intensif dengan seluruh pengurus dan kader melalui agenda silaturahmi. Menurutnya, penyatuan persepsi antar elemen partai menjadi kunci utama dalam membesarkan Partai NasDem Sumenep ke depan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tapi ajang menyamakan visi, menyusun strategi, serta memetakan langkah-langkah konkret yang akan kita tempuh bersama,” jelasnya.
Tak hanya itu, Akis juga menyoroti pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia bertekad menjadikan DPD NasDem Sumenep sebagai partai yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru ini, para kader NasDem di Sumenep optimistis partai akan mengalami pembaruan yang positif dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Dukungan penuh dari berbagai elemen partai pun mengalir, menandakan optimisme tinggi terhadap masa depan NasDem di bawah nahkoda Akis Jasuli.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi awal baru untuk kemajuan politik lokal yang lebih dinamis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang nyata (Faiz/Adi).







Comment