SUMENEP, OKENEWS.ID – Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ahmad Juhari, menilai Inspektorat gagal menjalankan tugasnya sebagai pengawasan. Pasalnya, pengelolaan DD-ADD diduga tidak sesuai dengan laporan yang tertera di atas kertas dengan fakta di lapangan.
Terbukti, sebagian besar warga desa masih mengeluhkan persoalan yang mendasar di desa yang belum terselesaikan, yaitu soal infrastruktur jalan.
Fakta diatas kertas, Sebagian besar desa melaporkan realisasi anggaran DD dan ADD nya degan capaian 100%. Hal ini bisa ditemukan dalam LKPJ Bupati Tahun 2025.
“Desa-Desa di wilayah Kecamatan Masalembu misalnya dalam LKPJ tersebut melaporkan bahwa capaian realisasi DD dan ADD nya sebesar 100%.” Katanya. Selasa, (28/4/2026).
Dana Desa yang diprogram sejak 2015 itu, dampaknya hingga saat ini tidak kelihatan secara signifikan
‘Apakah kenyataan di lapangan sesuai dengan yang tertulis di atas kertas. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius, harus benar-benar dilakukan investigasi secara transparan dan akuntabel” tegas, Juhari. (*).







Comment