OKENEWS.ID, SUMENEP – Persoalan stunting di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menjadi tantangan tersendiri dan belum teratasi sepenuhnya.
Dilansir dari tribunmadura.com (26/1/2026) hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 750 balita mengalami stunting, jumlah itu tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, dr. Ny. Hj. Virzannida Busyro menilai angka tersebut harus menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan.
“Persoalan stunting di Sumenep masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ini harus ditangani dengan serius dan berkelanjutan”. kata Ning Virzan sapaan akrabnya, Rabu (04/02/2026).
Menurutnya stunting tidak hanya soal tumbuh kembang secara fisik bagi anak, tetapi juga soal mental dan kualitas sumber daya manusia generasi bangsa.
Anak yang mengelami stunting cenderung berpotensi mengalami penurunan kemampuan kognitif hingga 11 poin IQ, yang dapat memengaruhi daya saing dan keterlambatan mental.
“jika SDA kita rendah, dan tidak ada penanganan serius dan benar, pasti berdampak pada jangka panjang ke depan. lalu bagaimana masa depan Sumenep?”, tegasnya.
Ning Virzan menekankan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sepihak, diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga peran keluarga dan masyarakat.
Selain itu Ia juga mendorong penguatan intervensi gizi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif, terutama pada periode awal, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Selain itu penguatan akses terhadap pangan bergizi, sanitasi layak, serta edukasi gizi bagi ibu hamil, imunisasi dan pendidikan kesehatan bagi keluarga, juga dinilai menjadi faktor yang sangat penting.
“ini harus menjadi program prioritas dan konsisten, dan tidak hanya formalitas,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, tidak ada keterangan dari Pihak Dinas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, saat di telpon tidak ada jawaban. (*).







Comment