Psikologi Anak Yatim Terpukul Akibat Surat Edaran Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (GEMAR)

OKENEWS.ID, SUEMENEP – Surat edaran (SE) Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur. Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan efek yang kurang baik terhadap anak yang tidak memiliki seorang sosok ayah.

Pasalnya, adanya isu fatherless atau minimnya peran ayah dalam pendidikan anak. Sehingga, Bupati Sumenep mengeluarkan surat edaran (SE) Nomer 43 tahun 2025, bahwa Pemkab Sumenep secara resmi meluncurkan GEMAR (gerakan ayah mengambil rapor).

Sontak para ibu siswa menjadi miris setelah membaca surat edaran tersebut, karena dengan begitu siswa yang tidak memiliki sosok ayah merasa terpukul, sehingga psikologi anak akan terpukul dan mentalnya jadi down.

Ibu kandung siswa, R. Hawiyah Karim. Seharusnya bisa membuat inisiatif yang lebih memberikan idukasi kepada wali murid, agar semua sudah siswa bisa lebih bersemangat dalam menempuh pendidikan.

Seharusnya, Bupati berhitung dalam melakukan surat edaran bahwa ‘gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah’ karena, berapa anak siswa yang tidak memiliki ayah, yang menyebabkan sehingga sang anak harus menangis karena merindukan sang ayah.

“Berapa anak yang tidak memiliki ayah secara takdir, yaitu anak yatim. Dan berapa anak yang memiliki ayah tapi kehilangan sosok seorang ayah” kata, Hawiyah Karim. Selasa, (23/12/2025).

“beruntung surat edaran tersebut tidak efisien juga sehingga bayak ibu-ibu yang hadir” ujarnya.

Untuk di ketahui, Bupati Sumenep menerbitkan surat edaran (SE) Nomer 43 tahun 2025, tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) Anak ke Sekolah, yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan memperkuat ketahanan keluarga, dengan mengimbau sekolah memprioritaskan ayah saat pembagian rapor serta memberi kelonggaran bagi ASN untuk hadir. (Ahmadi).

Comment