BPPKAD Sumenep Lakukan Terobosan Baru, dalam Mengoptimalkan Pungutan PBB-P2

OKE NEWS290 Dilihat

OKE NEWS, SUMENEP-Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan strategi baru, yaitu dengan mendata ulang database, baik subyektif maupun obyektif pajak PBB-P2 di beberapa Kecamatan.

Hal ini upaya BPPKAD untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemungutan Pajak Bumi, Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tahun 2023.

Plt Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendapatan Daerah BPPKAD Sumenep Ferdiansyah mengungkapkan, strategi baru itu dilakukan agar pengelolaan pajak daerah semakin lengkap dan data yang akurat lebih mudah dalam menentukan potensi target pajak daerah.

“Dampaknya akan terbentuk kualitas data objek dan wajib pajak yang akurat, tersedianya Peta PBB-P2 by name by address sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat dan petugas dalam memberikan sumbangsih nyata dalam bentuk Pajak guna pembangunan,” ucapnya, Selasa (25/07/2023).

Nantinya, sambungnya, proses penagihan PBB oleh perangkat desa lebih mudah dan tepat sasaran serta dapat lebih besar terpenuhi. Seperti Kecamatan Arjasa Pulau Kangean yang sudah selesai 100 persen.

“Untuk di Kecamatan Arjasa sudah selesai 100 persen dipetakan SPPT PBB yang terbaru sesuai dengan kondisi riil, baik secara subyek dan ukuran maupun obyek pajaknya.”paparnya.

Lebih jauh dian memaparkan, optimalisasi ulang pada proses pemungutan PBB-P2 di wilayah tersebut karena di tahun sebelumnya belum terpenuhi yakni hanya mencapai 0,55 persen.
“Dari pagu pemungutan sebesar Rp405.381.024 hanya baru terbayar kurang lebih Rp2.224.000,”terangnya.

Sementara hasil dari sosialisasi dan optimalisasi pungutan PBB-P2 dan penyerahan SPPT DHKP PBB-P2 tahun 2023 di Kecamatan lainnya seperti Gayam mencapai 66,16 persen, Kecamatan Raas 83,19 dan Kecamatan Nunggunong 81,2 persen.*

Komentar