OKENEWS.ID, SUMENEP – Sejumlah keluarga korban pasien yang meninggal di puskesmas bluto. mendatangi kantor kesehatan Sumenep Madura Jawa Timur. Jum’at, (28/11/2025).
Pasalnya, Kedatangan mereka menuntut keadilan kepada pemerintah agar memberikan sangsi kepada seluruh karyawan di puskesmas bluto. Karena meninggalnya pasien tersebut disebabkan pelayanan yang diberikan buruk, diduga diberi tabung oksigen kosong saat dipasang kepada pasien.
“saya yakin itu tabung oksigennya kosong, karena saat dipasang selang miring, sementara saat ditanya kepada pasien (ibu saya) tidak merasakan apa-apa di hidung, saya mendatangi karyan agar diganti, walaupun mendapat jawaban yang sikapnya ketua namun beberapa menit kemudian diganti tabung baru, akhirnya pasien merasakan ada angin masuk di hidung, Dengan demikian terindikasi tabung pertama kosong” kata, Indra Ramadhan. (Anaknya korban) saat audensi di ruang dinas kesehatan Sumenep.
Dan mengenai rujukan pasien ke RSUD Sumenep, pihak puskesmas bluto Bluto terkesan hanya asal asalan memberikan respon kepada kami. terbukti, karyawannya bilang jam 8 (pagi) hingga terus di ulur-ukur terus, rujukan tidak kunjung juga dilakukan pada pasien dan pada akhirnya pasien meninggal dunia saat waktu mendekati waktu duhur (kurang lebih sekitar jam 11 siang).
“Meninggal dunia kami terima, tapi saya terima l mengenai pelayanan yang diberikan kepada kami di puskesmas bluto. Makanya kami datang kesini agar pihak yang berwenang memberikan tanggapan yang serius dan sangsi” ucapnya.
Sementara, Kabid Pelayanan Siti Khairiyah mengaku telah melakukan investigasi bahwa penanganan pasien yang meninggal dunia di Puskesmas Bluto telah sesuai standard operasional (SOP).
“Disana sudah dilakukan respon time saat di IGD, artinya pasien sudah dilayani oleh pasien tidak kurang dari 5 menit,” jelas dia, saat menemui sejumlah keluarga korban.
Mengenai tuntutan agar Kepala Puskesmas Bluto dan petugas yang terlibat dalam penanganan pasien yang meninggal diminta untuk dipecat, pihaknya mengaku diluar kewenangan dirinya.
“Ada proses, karena kami PNS,” katanya..
Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas.
Karena tidak ada tanggapan yang serius, mereka akan kembali lagi pada hari Senin, mereka agar kepala Dinkes dan kapus Bluto serta yang terlibat harus dihadirkan, biar semua lebih transparan. (*).







Comment