oleh

Soroti Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Sumenep, Mahasiswa Turun Jalan Kecam Kinerja Pemerintah

Oke News, Sumenep 01 November 2021-Puluhan mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sumenep, Senin (01/11/2021).

Mahasiswa berorasi secara bergantian  memperotes kinerja pemerintah yang dinilai gagal dalam mengatasi angka pengangguran, kemiskinan, pembangunan, penanganan banjir serta penegakan hukum.

Mahasiswa merilis  jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumenep sebanyak 8,25 ribu jiwa. Sementara garis kemiskinan sebesar Rp 382.491 per kapita per bulan. 

Ketua Komisariat PMII UNIJA, Shafid Ahmadi mengatakan, pemerintah harus menilai ulang kebijakan terkait angka kemiskinan agar tidak bertambah. 

Bahkan Shafid menyebut sumenep masuk 10 kabupaten miskin di jawa timur, hal ini menandakan ada kebijakan yang kurang berpihak kepada rakyat. 

“Kami minta kepada Bupati Sumenep hanya menyampaikan janji politik saat kampanye akan tetapi bisa mewujudkan janji yang berpihak kepada rakyat,” ucapnya

Menurut Shafid ada empat tuntutan dalam aksi kali ini yang diantaranya: 1. Menolak investor nakal yang mulai mengeksploitasi kekayaan alam. 2. Tangani banjir secara serius dengan memperhatikan infrastruktur dan tata ruang. 3. Tegakkan hukum yang tumpang tindih. Tangkap tiga tersangka pelaku korupsi pembangunan gedung dinkes. Dan hentikan sikap represif aparat terhadap aksi demontrasi. 4. Tuntaskan kemiskinan dan pengangguran.”Kami akan selalu barada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan pemerintah demi kesejahteraan dan masa depan Kabupaten Sumenep,”tandasnya.(sai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed