SUMENEP-OKENEWS.ID. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mewajibkan seluruh Sekolah untuk berbahasa madura di lingkungan Sekolah.
Kebijakan itu diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep Nomor 55 Tahun 2025 tentang Mata Pelajaran Bahasa Madura sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah yang berlaku bagi seluruh sekolah negeri, swasta, dan satuan pendidikan nonformal setingkat.
Siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP mempelajari Bahasa Madura selama dua jam pelajaran setiap pekan mulai tahun ajaran 2026.
Dalam pernyataannya Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa bahasa madura merupakan identitas yang harus tetap terjaga.
“Bahasa Madura adalah identitas dan warisan budaya yang harus terus dijaga. Sekolah menjadi ruang paling efektif untuk mewariskannya kepada generasi muda,” kata Fauzi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026
Dalam Perbup tersebut, Fauzi menyebut, diatur bahwa Bahasa Madura diajarkan sebagai mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
Pembelajaran diberikan mulai kelas I hingga kelas VI SD, serta kelas VII hingga IX SMP selama dua jam pelajaran setiap minggu, dan juga diwajibkan memberikan penguatan melalui kegiatan kokurikuler dan extrakurikuler.
Setiap hari Selasa juga di tetapkan sebagai hari penggunaan Bahasa Madura dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah agar bahasa madura tetap lestari.
“Pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui mata pelajaran. Karena itu, kami mendorong sekolah membangun kebiasaan menggunakan Bahasa Madura dalam aktivitas sehari-hari agar anak-anak semakin akrab dan bangga menggunakannya,” tambahnya.
Dengan demikian sekolah juga diharuskan untuk memutar lagu Madura, memasang slogan pendidikan berbahasa Madura, serta memberi nama ruangan belajar menggunakan Bahasa Madura.
Fauzi menambahkan, Pemkab Sumenep akan melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala agar implementasi kebijakan berjalan efektif di seluruh sekolah.
“Kami ingin pelaksanaan Perbup ini tidak berhenti sebagai aturan administratif, tetapi benar-benar diterapkan di sekolah sehingga Bahasa Madura tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasny. (Adi).







Comment